Kepemimpinan Indonsia dalam IORA

Sebenernya ini adalah materi yang aku buat untuk buletin bulanan lab, namun karena materi tentang organisasi ini masih langka  jarang diketahui dan untuk pengetahuan bersama itulah kenapa aku share juga disini. Isi materi dan data diolah dari berbagai sumber seperti berita, situs iora, jurnal, dsj.

Untuk kurang lebihnya semoga bermanfaat.

IORA merupakan organisasi internasional yang menggunakan samudara Hindia sebagai faktor pemersatu pembentukan kerjasama . Organisasi ini muncul akibat dari  perubahan bentuk persaingan ekonomi modern dan munculnya berbagai  organisasi dibidang ekonomi regional dan dunia, seperti terbentuknya pasar tunggal yang dibentuk oleh Uni Eropa sejak tahun 1992. IORA merupakan  satu-satunya organisasi Negara-negara dikawasan Samudera Hindia yang menghubungkan tiga benua, yaitu Australia, Asia, dan Afrika termasuk kawasan Timur Tengah.

Pembentukan Organisasi ini diawali dengan pertemuan pada tanggal 29-31 Maret 1995, dimana Pemerintah Mauritius mengadakan pertemuan untuk membahas peningkatan kerjasama ekonomi antara negara-negara Samudera Hindia Rim. Perwakilan pemerintah, akademisi dan bisnis dari beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Tujuan utama IORA sebagai sebuah organisasi inter-governmental adalah mengembangkan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. Sampai saat ini, IORA tidak memiliki agenda kerjasama di bidang politik.

Anggota IORA saat ini terdiri dari 21 negara-negara yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, diantaranya: Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, India, Bangladesh, Sri Lanka, Oman, yemen, Iran, UAE, Somalia, Seychelles, Mauritius, Madagascar, Comoros, Tanzania, Kenya, Mozambique, dan Afrika Selatan.

Banyak negara bergabung dalam IORA pada saat IORA terbentuk (1997) karena ingin melakukan kerjasama ekonomi ketika terjadi pelemahan ekonomi di sejumlah negara Samudera Hindia.

Masih banyak tantangan yang dihadapi IORA, seperti isu Perompakan. Somalia yang selama ini bermasalah dengan perompakan, diharapkan segera resmi menjadi anggota paling bungsu di IORA. IORA merupakan organisasi terbuka dan menyambut negara mana saja untuk bergabung.nBergabungnya Somalia dengan IORA memungkinkan pembahasan isu perompakan semakin intens. Terlebih, perompakan menjadi salah satu ancaman bagi penguatan keamanan maritim di Samudera Hindia. Sudut pandang Somalia ialah perompakan berawal karena fishing di perairan Somalia, ilegal fishing. Dari situlah pembajakan dimulai (tutur Sekjen IORA). Sengketa wilayah juga menjadi tantangan lain. Sebagai contoh, India dan Sri Lanka masih bersengketa atas lahan perikanan di Selat Palk yang terletak di antara kedua negara itu.

Isu Ilegal Fishing pun menjadi sorotan. Saat pertemuan IORA di Padang, membahas empat atau lima area untuk didorong bersama, antara lain ekonomi biru dan pencegahan IUU (illegal, unreported, and unregulated) Fishing.

Indonesia telah bergabung dengan IORA dari sejak awal (7 Maret 1997) , dan pada tahun 2015 Indonesia menjadi ketua IORA untuk periode dua tahun (2015 – 2017) sehingga Indonesia akan memimpin dan menentukan semua kerja sama regional diantara negara-negara di kawasan Samudra Hindia, untuk periode 2015-2017.

Dengan penetapan Indonesia sebagia pemimpin IORA untuk periode 2015-2017 maka Indonesia memiliki pengaruh dan power untuk melakukan langkah-langkah strategis yang tidak hanya menguntungkan negara- negara di kawasan Samudra Hindia tapi juga akan membawa dampak positif bagi Indonesia. Dengan terpilihnya Indonesia sebagai ketua atau pemimpin IORA maka Indonesia akan dapat  mengoptimalkan aspek- aspek yang dimiliki oleh Indonesia, seperti  70 persen jalur pedagangan dunia melalui dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Wilayah Indonesia hampir 2/3 terdiri dari lautan, laut adalah masa depan dan akan menjadi tulang punggung perekonomian di masa yang akan datang.   Selain kaya akan potensi perikanan dan biota lainnya, lautan Indonesia juga dikenal dengan istilah Ekonomi Biru yang didalamnya memiliki banyak sekali cadangan migas.

Di tinjau dari segi ekonomi, besarnya potensi yang ada di kawasan Samudera Hindia menjadikan IORA sebagai forum yang sangat strategis untuk mewujudkan kepentingan nasional Indonesia melalui berbagai kerjasama dalam berbagai bidang. Pemanfaatan akses ekspor dan impor produk-produk nasional lebih mudah dengan akses yang diberikan oleh kerjasama antar anggoa IORA. Melalui organisasi ini diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala dalam meningkatkan hubungan internasional.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki peran sangat besar bagi organisasi ini dapat memperbesar optimalisasi kegiatan perekonomian di kawasan Samudera Hindia dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada. Politik luar negeri poros maritime yang merupakan program Pemerintah Indonesia dapat terlaksana apabila Indonesia dapat menggunakan kesempatan ini sebagai peluang dan membawa Indonesia menjadi poros maritime dunia. Indonesia sebagai pemimpian aktif IORA saat ini juga harus memperhatikan aspek keamanan kawasan maritime di Samudra Hindia yang merupakan  aspek terpenting IORA. Dengan demikian Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia baru, karena  keamanan Samudera Hindia sangat penting dalam rangka untuk meningkatkan pergerakan barang dan orang di antara Negara-negara Anggota IORA.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama maritim dalam membangun perdamaian di Samudra Hindia yang damai dan stabil menyadari pentingnya sumber daya laut, keamanan dan stabilitas, serta kerja sama maritim di Samudra Hindia untuk kesejahteraan masyarakat negara anggota IORA. Indonesia juga menyampaikan beberapa inisiatif kerja sama baru untuk meningkatkan kapasitas 20 negara yang tergabung dalam IORA. Di antaranya melakukan lokakarya wisata budaya. Indonesia juga akan mendirikan pusat inovasi bisnis IORA dan kerja sama pendidikan para diplomat negara IORA. Juga melaksanakan Indian Ocean Dialogue ketiga untuk membahas tantangan pada bidang keamanan regional.

Selain memperkuat kolektif negara-negara IORA, Indonesia juga akan memperkuat kelembagaan IORA dan mendorong regionalisme di Samudra Hindia. Karena itu, dalam dua tahun ke depan, negara-negara IORA akan membentuk IORA Concord.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gitar Relic?

SABATON – Swedish Metal Yang Kece Punya

Go and Visit ASEAN ''Malaysia, Singapore and Thailand''