Road To Megadeth : Hammersonic 2017

Megadeth

Aku ingin sedikit berbagi dan menuliskan kisahku ketika mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung sebuah live performance penampilan dari band yang sudah aku tunggu lama kedatangannya di Indonesia, Megadeth. Ya, sebelumnya ketika waktu aku masih duduk di bangku SMA, kalau tidak salah tahun 2013an silam sempat ada rumor Megadeth akan datang ke Indonesia, namun dikarenakan ada masalah yang aku lupa penyebabnya akhirnya tour di beberapa negara termasuk Indonesia diundur, hingga tahun berikutnya oleh promotor yang waktu itu akan mendatangkan band ini dinyatakan batal dan tidak jadi tampil di Indonesia. Waktu itu formasi band masih bersama Chris Broderick di lead guitar dan Shawn Drover di drum dan masih dalam tour promosi album terbaru mereka saat itu yaitu Super Collider.

Pada pertengahan tahun 2016, sempat beredar rumor bahwa band ini akan datang kembali ke Indonesia, dan memang benar ternyata Hammersonic yang mendatangkan Megadeth sebagai band utama pada festival musik tersebut. Band Megadeth cukup memberikan banyak warna di perindustrian musik cadas dan cukup menginflunce ke banyak masyarakat Indonesia, termasuk kepadaku selain Metallica. 

Bisa dibilang agak nyeleneh juga, karena kedua band tersebut lahir dan eksis sejak tahun 80-90an dengan mengusung genre thrash metal. Fansnya pun adalah anak-anak muda saat itu, dan saat ini mereka-mereka telah menjadi om-om atau bapak-bapak metalhead. Sedangkan untuk saat ini lebih populer metalcore / hardcore dikalangan remaja, justru malah aku terbawa ke  thrash metal. Metallica dan Megadeth sama-sama band yang luar biasa di rananya. Namun yang aku tahu, meskipun kalah dengan Metallica dalam hal performance saat live, Mustaine selalu mengatakan kalau Megadeth lebih berat dan lebih cepat dari Metallica. Tidak ada yang lebih baik dan lebih buruk, semua kembali lagi ke plus minus masing-masing band selera masing-masing.

Aku kenal band ini belum lama, di tahun 2012. Saat itu aku kepincut secara tidak sengaja ketika ngutak atik YouTube dan melihat lagu Tornado Of Souls live Blood In Water. Padahal sebelumnya aku sudah tahu sosok band ini dan tahu sedikit tentang Dave Mustaine sebagai frontman pada band. Namun setelah momentum tersebutlah aku penasaran dan semakin menggali-gali rasa penasaranku tentang band ini di internet dan forum di facebook. Mungkin memang benar kalau ada banyak pernyataan yang menyatakan bahwa album Rust In Peace adalah album yang terbaik, karena aku kepincut dari salah satu lagu pada album tersebut.

Secara spontan ketika aku mendapat informasi band ini akan datang ke Indonesia, aku langsung kepoin medsos Hammersonic waktu itu. Hingga pada waktu itu ketika tiket early bird dijual aku langsung mengisi form pemesanannya. Tiketnya lumayan murah karena hanya berkisar di harga 350an ribu. Namun ketika akan melakukan pembayaran transaksi tiba-tiba ada teman yang bilang “Yakin beli tiket sekarang? Band sekelas Megadeth bisa batal kapan aja kayak dulu apalagi sekarang masih lama untuk ke bulan Mei". 

Akhirnya waktu cancel tiket pesananan gajadi di bayar saat itu. Nunggu  deket hari H aja lah yang penting pasti, pikirku sih gapapa nambah selisih dikit harganya. 

Sempat ngitung-ngitung estimasi biaya jika aku fix berangkat untuk nonton karena aku nunggu udah dari lama. Masa iya ketika dateng aku gak nonton, pertimbanganku adalah karena belum tentu 10 tahun lagi itu band masih eksi/ada dan datang ke Indonesia lagi. 

Setelah menghitung biaya estimasi semua mulai dari transport, tiket, dan akomodasi akhirnya diusahakan fix untuk hadir di hari H dan jadi salah satu partisipan acara ini. selain itu, diri ini juga kan amanah tuhan yang harus dijaga dan harus dibikin seneng sekali-kali daripada ada penyesalan seumur hidup. Kalau bukan dalam event festival Hammersonic mungkin kenanya lebih mahal ketika dibandingkan dengan konser tunggal karena harga tiketnya bakal lebih mahal bisa sejutaan lebih.

Setelah masalah budget ditemukan solusinya, tinggal prepare dan ngatur strategi untuk sampe ke Jakartanya nanti. Waktu itu sempet nyari-nyari tiket di situs KA tapi dah kehabisan yang dicari, eh ada posdig di facebook yang nawarin berangkat rombongan dari Jogja ke Hammersonic naik bis. Mungkin ini keberuntungan juga akhirnya aku daftar kebetulan masih ada seat yang tersedia. Tinggal tunggu sampe hari H nih. Dan emang benar, waktu itu berangkat sabtu siang, ketika rombongan sudah berkumpul di meetpoint ternyata ada info  dari panitia ternyata bis itu dapet sponsor dan biayanya gratis.

Disitu aku kayak berasa diberi kemudahan si karena transport dan makan free, dan itu perjalanan yang luar biasa ketika bisa kenal dengan orang-orang baru. Bahkan ada seorang teman yang jauh-jauh dari Wonogiri berangkat dari Jogja agar bisa berombongan.  Ketika hari H aku juga kaget saat ada seorang teman Fb yang menyapaku, kita kenal di Fb dah tahunan dan ditemukan di event tersebut. Terlihat juga beberapa fanbase senior disana.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gitar Relic?

SABATON – Swedish Metal Yang Kece Punya

Go and Visit ASEAN ''Malaysia, Singapore and Thailand''