Gamelan, Tetap Eksis dan Tak Akan Tergerus Globalisasi



"Karena Gamelan ''musik etnis'' ini merupakan musik yang dimainkan beramai-ramai dan membutuhkan personil yang cukup banyak, bagi pemainnya tentu kordinasi dan harmonisasi merupakan unsur yang sangat penting. Koordinasi yang tepat antara diri sendiri ''tangan kiri-kanan'' dan juga kepada keseluruhan pemain akan sangat berpengaruh kepada kehidupan nyata dalam hal cara pengambilan keputusan di kehidupan sehari-hari."


Gamelan Jawa bisa disebut sebagai salah satu bentuk keragaman ethnical music di Indonesia. Ternyata di masa sekarang masih perhatian masyarakat tidak hilang begitu saja. Dalam parade gamelan ke-8 yang diselenggarakan di Klaten, Jawa Tengah tanggal 31 Desember 2018 bisa menjadi bukti bahwa banyak yang masih menaruh perhatian ke Gamelan ini. Selain acaranya diisi oleh dari berbagai kalangan mahasiswa dari berbagai Universitas di D.I.Y. ternyata acara tersebut juga diisi oleh kalangan pemuda/i dan juga bapak ibu warga setempat yang memang sebelumnya telah berlatih untuk membawakan musik gamelan. Giat ini diselenggarakan bertepatan dengan perayaan tahun baru 2019 Masehi dengan berbagai musik/lagu yang dibawakan bersama aransemennya.

Yang paling menarik dari acara ini kemarin adalah tiap peserta yang hadir mendapat 1 buah othok-othok ''permainan tradisional yang memainkannya dengan cara diayunkan dan diputar'' yang telah disiapkan oleh panitia untuk menyambut tahun baru 2019. Selain itu ada juga 2 buah othok-othok raksasa dari galon dan kaleng biskuit.  Suasana riuh tercipta tepat pada detik-detik berakhirnya tahun 2018 karena peserta membunyikan othok-othoknya dan seluruh penyelenggara memainkan galemannya. Bahkan dikomandoi oleh sesepuh acara, antara penonton yang memegang othok-othok  dan seluruh penyelenggara dari anak kecil sampai dewasa yang bermain gamelan saling bergantian dan bersahut-sahutan membuat irama.

Karena Gamelan ''musik etnis'' ini merupakan musik yang dimainkan beramai-ramai dan membutuhkan personil yang cukup banyak, bagi pemainnya tentu kordinasi dan harmonisasi merupakan unsur yang sangat penting. Bagi yang tabuhnya dua, akan membutuhkan feeling yang kuat, kita belajar merasakan agar tangan kanan dan tangan kiri dapat selaras dan menghasilkan harmonisasi. Koordinasi yang tepat antara diri sendiri ''tangan kiri-kanan'' dan juga kepada keseluruhan pemain akan sangat berpengaruh kepada kehidupan nyata dalam hal cara pengambilan keputusan di kehidupan sehari-hari.

Gamelan tetap menjadi kekayaan budaya kita, jika kita sama-sama merawatnya.



Gallery 































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gitar Relic?

SABATON – Swedish Metal Yang Kece Punya

Go and Visit ASEAN ''Malaysia, Singapore and Thailand''