Patriotisme di Era Millenial


Patriotisme. 
Ya, beberapa waktu terakhir ini kata ini menjadi kata yang sangat menarik untuk ku telusuri lebih dalam, entah itu hanya sebatas nyari dari beberapa literasi atau ngejadiin sebuah topik untuk di diskusiin bareng temen sekitar. Kalau dilihat dari definisinya sih yang bisa aku tangkap patriotisme itu lebih kepada sikap rela berkorban demi bangsa atau tanah airnya, karena memang definisi ini identik dengan sebuah sikap heroik dan kepahlawanan. Dulu sebelum kemerdekaan RI mungkin sikap patriotisme identik dengan sebuah perjuangan melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan. Tapi sekarang kan negara kita udah merdeka, zaman udah berubah, drastis banget. Mungkin konteksnya sekarang juga udah berubah nyesuiain zaman. Kira-kira kita perlu memaknai seperti apa ya konsep definisi dan nilai-nilai patriotisme ini.


Lebih enaknya, mari coba kita korelasiin dengan Nasionalisme,
Nah, ini bahasan yang menarik nih antara patriotisme dan Nasionalisme  karena keduanya bisa dibilang hampir mirip. Memang ada kemiripan si, tapi ternyata setelah ditelisik lebih dalam emang beda. Perbedaan yang paling mendasar lebih kepada Action atau tindakan. Malah kalau menurut aku pribadi, bisa dibilang patriotisme adalah kelanjutan dari sikap nasionalisme. Kenapa begitu? karena ya Nasionalisme itu kan rasa cinta tanah air, itu lebih kepada kesadaran sikap mengenai nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Sedangkan patriotisme itu kan sebuah tindakan sikap rela berkorban demi bangsa dan tanah air karena di landasi sikap nasionalisme atau cinta tanah air itu tadi. Jadi ya, bisa dibilang patriotisme merupakan sebuah tindakan nyata dalam menerapkan sikap nasionalisme itu tadi.


Selanjutnya, mari kita korelasiin dengan Bela Negara,
Kalo tadi keduanya telah sama-sama berkorelasi, sekarang patriotisme, nasionalisme dan bela negara juga menjadi bagian yang saling bersinggungan dan penting bagi kita dalam menjalani kehidupan berbangsa bernegara. Dimana saat ini bela negara itu bukan melulu tentang mengusir penjajah dengan senjata seperti masa-masa perjuangan dulu, tapi lebih kepada kesadaran untuk berbuat dan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi kita masing-masing. Artinya siapapun juga berhak dan berkewajiban untuk melakukan dan memberikan yang terbaik untuk negaranya, sesuai dengan apa yang tertuang dalam konstitusi kita. Siapapun kita, mulai dari pelajar, petani, ibu rumah tangga, atlet, dan lebih luas lagi kita dapat memberikan peran terbaiknya masing-masing. Karena, tanpa kita sadari ternyata semua hal-hal tersebut asal dilandasi dengan kesadaran yang benar ada impact atau manfaatnya yang dapat negara tuai.


Kira-kira seberapa penting ya nilai patriotisme ini?
Mungkin banyak yang penasaran, tapi yang jelas jawabannya adalah sangat penting, hal itu berkaitan dengan eksistensi dan kemajuan bangsa atau negara itu sendiri. Coba dibayangin jika di Indonesia kesadaran jiwa patriotik masyarakatnya rendah, atau tidak dilandasi sikap untuk berkorban dan mencintai negaranya. Menurut aku prinadi, maka secara eksternal Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain di dunia. Hal itu karena kemajuan negara ini sangatlah butuh dukungan penuh oleh rasa cinta tanah air dan tindakan nyata dari warga negaranya. 

Sedangkan secara internal, lebih berbahaya lagi karena integrasi nasional akan sangat sulit untuk tercapai. Indonesia kita ketahui bersama sebagai sebuah negara yang sangat heterogen baik baik SDA maupun SDMnya. Ribuan suku bangsa, budaya bahkan golongan, kebayang kan jika masyarakat kita wawasan kebangsaan mengenai integrasi nasionalnya belum memadai atau bahkan tidak ada ada hanya karena kurangnya kesadaran memahami apa itu nasionalisme, bela negara dan patriotisme pasti setiap suku/golongan hanya mengutamakan suku/golongannya sendiri. Nah pemersatu kebangsaan di Indonesia salah satunya bisa dimulai dari kesadaran kebangsaan dan patriotisme tadi.


Di masa sekarang budaya udah jadi komoditas loh. Kalau dulu kan hubungan antar negara lebih didominasi oleh isu high politics maupun perdagangan barang atau jasa. Di masa industri kreatif sekarang, makanan dan musik yang merupakan bagian dari value atau nilai-nilai sosial budaya sudah bisa jadi komoditas. Bahkan dengan sebuah karya musik atau film yang dikemas dengan baik, ini bisa ngasih pendapatan devisa yang tinggi bagi suatu negara. Contoh buktinya ya Korean Wave yang luar biasa digandrungi anak muda di Indonesia. Kalau kita mau ngitung, berapa uang yang udah Korea dapetin berkat boomingnya budaya Korea tersebut. Dimana bahkan saat ini banyak muda mudi di Indonesia yang rela mengeluarkan kocek lumayan demi bisa nonton konser sang idola, beli merchandisenya dan barang yang serba serbi korea. Ya kalo aku pribadi, hal itu bakal mustahil untuk dicegah dan dihindari karena itu bukan pilihan yang paling rasional di era globalisasi. Tapi lebih kepada kesiapan kita untuk menghadapi hal seperti itu. Nah mungkin disini nilai-nilai nasionalisme, bela negara dan patriotisme bakal berperan penting. Malah-malah, kalau wawasan dan jati diri kebangsaan kita bagus, kita bisa meresponnya dengan balik memperkenalkan nilai-nilai budaya kita ke masyarakat internasional atau mengakulturasikannya.


Di era millenial, kira-kira peran patriotisme kita gimana ya...
Era sekarang yang disebut era milenial identik dengan era muda mudi generasi Z yang dekat sekali dengan teknologi informasi dan internet. Tentunya peran kita pun pasti tidak jauh dari hal itu. Kalau dulu seorang patriot negara atau pahlawan negara identik dengan pejuang yang berperang memperjuangkan kemerdekaan RI, maka peran kita sebagai anak muda pastinya beda dengan hal tersebut. Menurut aku pribadi, yang kita hadapi lebih kepada ketekunan kita mengisi kemerdekaan ini dengan terus selalu mengasah nilai-nilai patriotisme menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan bangsa dan negara kita. Kita dapat memanfaatkan kemudahan teknologi ini untuk mengasah terus kapasitas dan kemampuan diri kita agar kita dapat berkarya dan berprestasi di bidang yang kita minati.

Kenapa dengan karya dan prestasi? Karena hal tersebutlah yang dapat menjadi sarana kita untuk memberikan kontribusi kita bagi bangsa dan negara. Prestasi itu tidak melulu tentang menjadi juara dan nomor satu, bahkan perubahan hal kecil ke lingkungan sekitar yang dapat kita lakuin itu juga sebuah prestasi. Karena di masa sekarang kita diberikan kemudahan yang luas untuk mengaktualisasikan diri kita, kita dapat mendalami apa bidang yang benar-benar kita minati meskipun itu cuma dari internet. Kita juga dapat menemukan dan membangun relasi dengan orang-orang baru yang se-fruekensi dengan kita melalui internet, menemukan main actor ataupun role model untuk kita ikuti dan mencari peluang-peluang kita. Dilandasi  kesadaran jati diri bangsa maka, maka kita akan lebih mantap dan kuat menghadapi gempuran globasisasi dan perubahan zaman.
Jadi pahlawan untuk sekitar.

Komentar

  1. Masukannya adalah,
    1. Tulisan ini terlalu panjang untuk anak2 muda
    2. Masih ada typo dan penggunaan "mungkin" dan kan, agak dikurangi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Comment...

Postingan populer dari blog ini

Gitar Relic?

SABATON – Swedish Metal Yang Kece Punya

Go and Visit ASEAN ''Malaysia, Singapore and Thailand''